Notulensi Tausyiah Ust. Fauzi Bahreisy

image

Jalan Menuju Taqwa-Ust. Fauzi Bahreisy 140117
5 jalan untuk taqwa dari buku Tarbiyah Ruhiyah

1. Mu'ahadah=mengikat perjanjian dengan Allah, buahnya istiqomah

2. Muroqobah=merasakan keagungan Allah

3. Muhasabah=evaluasi, introspeksi, buahnya terlepas dari penyakit jiwa

4. Mu'aqobah=memberikan sanksi atau hukuman kepada diri sesuai kemampuan dan syariat, buahnya memutus mata rantai penyimpangan

5. Mujahadah=bersungguh-sungguh, buahnya memperbaharui semangat ibadah

"Tidak ada hadiah yang lebih besar dari mendapatkan surga Allah"


Hubungan Murid dan Guru-Ust. Fauzi Bahreisy 180317
Hubungan antara murid dan guru adalah hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, agar tidak hambar maka harus dilandasi karena Allah. Ada 3 hal yang harus dilakukan:

1. Al Hubbu Fillah/cinta karena Allah, hal ini ialah salah satu ciri orang yang merasakan manisnya iman selain Allah dan Rasul paling dicintai dan tidak mau lagi masuk dalam kekhufuran. Seorang guru harus mencintai murid karena Allah, bukan hanya sekedar mengajar agar pertemuannya menyenangkan karena adanya hubungan hati. Faktor menumbuhkan rasa cinta: akhlak/tawadhu, menjalin korelasi dengan Allah, zuhud/jangan tamak terhadap milik orang lain.

2. An Nashihah Lillah/nasihatnya karena Allah. Nasihat dalam B. Arab artinya menginginkan kebaikan untuk orang lain. Hendaknya seorang guru setelah mencintai muridnya maka menginginkan kebaikan padanya. Pilar-pilar nasihat: amal ma'ruf nahi munkar, dilakukan atas dasar belas kasih, tutupi aibnya, tidak ingin dia celaka.

3. Al 'Atho Fillah/memberi karena Allah. Rumus dalam islam, yang memberi awal akan mendapatkan pemberian yang lebih. Bentuk pemberian itu sifat pemurah, berkorban, tulus. Ada 3 tingkatan orang menderma: memposisikan orang lain menjadi pelayan, memposisikan orang lain sama seperti kita, itsar/mengutamakan orang lain.


Bagaimana Menanamkan Persepsi pada Anak-Ust. Fauzy Bahraesy 190817
Perubahan diri seseorang berawal dari perubahan persepsi berpikir. Pikiran seseorang di zaman sekarang terpengaruhi media, kalau media positif alhamdulillah tapi sayangnya kebanyakan negatif. Oleh karena itu harus ada filter dari berbagai macam hal yang ditayangkan media, adapun yang harus dilakukan ialah:

1. Ubah persepsi "ibadah itu sulit" menjadi "ibadah itu mudah dan ringan", kenalkan anak pada Allah dan ajarkan bahwa kita adalah hamba yang butuh ibadah untuk memenuhi kebutuhan ruh. Ada hal yang membuat kita merasakan manisnya iman: a. Allah dan rasul-Nya lebih dicintai daripada apapun b. Mencintai seseorang karena Allah yang akan menciptakan sakinah, mawaddah, dan rahmah

2. Ubah persepsi "Allah Maha Pemaaf sehingga mudah bermaksiat" menjadi "penuh rasa takut pada Allah sehingga menjauhi maksiat".

3. Ubah persepsi "merasa paling sholeh yang lain tidak sholeh" menjadi "saling menasehati karena sayang agar bisa sama-sama jadi sholeh".

4. Ubah persepsi "menyamakan segala hal" menjadi "islam menjunjung keadilan".

5. Ubah persepsi "larutnya identitas muslim" menjadi "kebanggaan menjadi muslim

 

Bagaimana Menanamkan Keimanan pada Anak-Ust. Fauzy Bahraesy 160917
Segala sesuatu Allah ciptakan secara bertahap. Penanaman akhlak pun bertahap, adapun tahapan awal dalam menanamkan keimanan pada anak ialah:

1. Menguatkan hubungan dengan Allah lalu transfer kepada anak, diantaranya: a. Taubat dan istigfar b. Membangun rasa butuh kepada Allah c. Meluruskan niat d. Menautkan hati dengan Al Qur'an e. Memperbanyak dzikir kepada Allah f. Kenalkan dan biasakan dengan hadits dan belajar mengamalkannya

2. Membangun akhlak yang bagus, contoh akhlak Rasulullah seperti tawadhu, jujur, tebarkan senyum, santun dan mudah memaafkan, menepati janji, menyebarkan salam, membiasakan mereka dermawan


Tanda-tanda keberhasilan dalam penanaman keimanan:

1. Senantiasa berdzikir kepada Allah

2. Biasa menjaga ibadah wajib

3. Memiliki perasaan terhadap agamanya

4. Terbiasa membaca Al Qur'an dan upayakan memiliki hafalan

5. Melaksanakan sunnah Rasulullah dari hal yang kecil seperti makan dengan tangan kanan dan sambil duduk

6. Kecintaan kepada Rasulullah


Bagaimana Menanamkan Keimanan pada Anak (Bagian ke 2)-Ust. Fauzy Bahraesy 141017
Sebelum mengajarkan sholat, puasa, dan ibadah ritual lain harus ajarkan Laa Ilaaha Illallah. Ibadah ritual akan diterima ketika dilakukan karena Allah. Laa Ilaaha Illallah maksudnya mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah karena syahadat adalah kunci berislam, kalimat penutup ketika kita meninggal sebab tidak setiap muslim dapat mengucapkannya ketika meninggal. Sukses itu ketika meninggal ditutup dengan Laa Ilaaha Illallah. Rasulullah mengajarkan mulai dari awal seorang anak dilahirkan hendaknya diadzani dan diiqomahi untuk mengenalkan tauhid yaitu Laa Ilaaha Illalah. Sebagai orang tua tugas kita berusaha agar anak kita sholeh tetapi yang menentukan anak kita sholeh/tidak ialah Allah. Tergambar dalam kisah Nabi Nuh ketika seorang ayah yang sholeh dan anaknya yang tidak sholeh, tidak taat kepada Allah dan ayahnya.

Kenapa kita harus mengajarkan keimanan pada anak:

1. Mengikuti Rasulullah

2. Ilmu yang pertama harus diajarkan sejak dini

3. Mengenalkan Allah bukanlah konsep besar dan sulit diajarkan pada anak, sampaikan dengan sederhana

4. Pengaruh luar lebih besar Beberapa hal yang Rasulullah ajarkan sejak dini saat magrib jangan biarkan anak diluar rumah karena itu waktunya syetan berkeliaran, selepas isya ingatkan untuk dzikir, ketika memgambil makanan bukan dengan tangan kanan maka ingatkan


Pendidikan seksual pada anak-Ust. Fauzy Bahraesy 130118
Pendidikan seksual pada anak menurut usianya:
0-2 tahun : berusaha tidak membiarkan anak berada dalam kamar ketika ortu sedang berhubungan, jangan membiarkan orang lain menjamah aurat anak, jangan biarkan anak memegang auratnya, jangan membiarkan anak berada sendirian dengan orang lain yang tidak kita kenal
3-6 tahun : jangan membiarkan anak keluar rumah sendiri terutama di waktu siang, pastikan anak memiliki rasa malu/tidak membuka auratnya di tempat terbuka apalagi di luar rumah, jangan biarkan anak bepergian hanya dengan supir, anak dibiasakan memakai pakaian dalam, mengajarkan anak cara duduk yang benar dan santun jangan sampai auratnya terlihat, menegur/beritahu terkait objek yang tidak boleh dilihat, memisahkan tempat tidur anak sesuai jenis kelaminnya, membiasakan untuk tidur menghadap ke kanan, meminta izin apabila akan masuk ke kamar ortu
anak perempuan 6-10 tahun : memperkenalkan apa yang disebut baligh/datang bulan, menanamkan sifat pemalu, mengenalkan penyimpangan sosial, larang anak memakai pakaian yang tidak pantas seperti ketat dan transparan, memperhatikan teman dekatnya, ceritakan kisah nabi yusuf yang digoda
anak laki-laki 6-10 tahun : memperkenalkan apa yang disebut baligh/mimpi basah, perhatikan teman dekatnya
11-15 tahun : proses terbentuknya janin dengan cara yang sah sesuai islam, dikenalkan pentingnya pakai hijab, menjelaskan dampak negatif berkhalwat/berdua-duaan dan melarangnya, menjelaskan tata cara mandi dan bersuci, jangan membiarkan anak bergaul dengan teman yang suka menceritakan pacarnya, membatasi penggunaan medsos, mengajarkan cara berinteraksi dengan lawan jenis yang disukai, hendaknya sang ibu jadi sahabat, jaga dalam penggunaan internet, membahas penyakit kelamin, mendorong mereka terus mendekat kepada Allah SWT


Kaidah Mendasar dalam Mendidik-Ust. Fauzy Bahreisy 100318
Yang perlu kita yakini

1. Tarbiyah adalah proses ibadah, ketika mengajar berarti kita sedang beribadah

2. Guru adalah uswah/teladan, guru digugu dan ditiru

3. Tarbiyah adalah landasan/teknik yang memformat mereka agar menjadi insan yang diinginkan Allah, seni untuk membentuk kepribadian anak

4. Proses mendidik harus disertai cinta

5. Ajarkan adab dalam melakukan berbagai macam hal

6. Ajarkan kedisiplinan, berikan hukuman sesuai kondisi mereka

7. Mendidik itu proses dialog dan komunikasi

8. Ada kesamaan persepsi,keseimbangan dan kesepakatan dalam pola asuh

Artikel Terbaru
Unit

LPP

Lembaga Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung.

 

 

RQMQ

Dibuka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 bagi ananda yang ingin lancar membaca Al Qur'an melalui Metode Tartili.

 


TKIT

Beberapa program unggulan TKIT Al Irsyad Al Islamiyyah Bandung diantaranya : 

  1. Kegiatan Tahfidz
  2. Kegiatan Pra-SD
  3. Kegiatan Gebyar Anak Hebat
  4. Kegiatan Mengaji 
  5. Metode Tartili
  6. Kegiatan Fieldtrip
  7. Kegiatan Drumband
  8. Kegiatan Komputer
  9. Kegiatan Life Skill
  10. Kegiatan Shalat Dzuhur Berjamaah
  11. Program Khas Al Irsyad

 

SDIT

Beberapa program unggulan SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah Bandung diantaranya :

  1. Pendidikan Agama Islam (Al Islam, Siroh dan Fiqih) 4 JP, dan Al Qur’an / tartlili 10 JP untuk level Bawah dan 8 JP untuk level atas
  2. Program pengajaran Al qur’an dengan Metode Tartili (Target kelas III Selesai 6 Jilid dan dikelas IV s/d VI Fokus Tahsinul Qur’an dan Tahfidzul Qur’an)
  3. Wisuda Tartili dan Tahfidz Juz 29 dan 30
  4. Program Tahfidzul Qur’an menyelesaikan 2 Juz (Juz 29 dan 30)  
  5. E-learning Surala (Jepang) memahami konsep dasar matematika
  6. Team Builiding dan Super Camp
  7. PKAM (Pekan Kreativitas Anak muslim)
  8. Hubbul Qur’an
  9. Evaluasi Pemantauan pembiasaan dan ibadah anak
  10. Pesrentasi Projek dan Pensi
  11. Market Day
  12. Mentoring Kelas atas
  13. Mabit dan Hiking
  14. Ekstrakurikuler (Pramuka, Panahan, Jurnalistik, Sinemathografy, Robotik, Taekondo, Karate, Pencak Silat, futsal, Get Coloring dan Kidz Lab/ Bahasa Inggris dan Marching Band)

 

SMPIT

Beberapa program unggulan SMPIT Al Irsyad Al Islamiyyah Bandung diantaranya : 

  1. Islamic Camp 
  2. Pembelajaran Multimedia 
  3. Rihlah, Mabit, Mentoring 
  4. Munaqasah/Projek Siswa 
  5. Kelas Takhassus Tahfizh Al Qur’an 
  6. Enterpreneur Day 
  7. Outing Class 
  8. MIPA Club 
  9. Sukses UN 

 

Sosial Media

Instagram :

@tkit_alirsyadbdg

@sditalirsyadbdg

@smpitalirsyadbdg

 

Facebook :

https://www.facebook.com/SDIT.ALIRSYAD.AlISLAMIYYAH.Bandung

 

Youtube : 

https://www.youtube.com/channel/UC4znkjgEI1zxH1rLymyYhug

Statistik Pengunjung

Copyright © 2020 Al Irsyad Bandung · All Rights Reserved